Oleh: Olivia Anggraeni Putri | September 29, 2009

Arti Bulan Suci Ramadhan buat kami yang Non Muslim

Hari minggu kemarin Olive mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat begitu berarti dalam kehidupan keimananku, seperti biasa saat Olive mengajar di sekolah minggu kegiatan kami diisi dengan hal hal yang berkaitan dengan keagamaan, semua siswa/siswi sekolah minggu dengan semangat menerima setiap kegiatan mingguan ini.

Seperti minggu kemarin, acara kegiatan sekolah minggu ini Olive awali dengan menanyakan kepada semua siswa/i perihal pengalaman apa yang kalian alami selama seminggu terakhir ini, semua siswa/i mengangkat tangan untuk berebut duluan menceritakan semua pengalaman masing masing, tapi justru Olive lebih tertarik dengan seorang siswiku yang bernama Maria theresia yang sedari tadi duduk tenang sepertinya tak seheboh teman temannya yang lain, lalu kudekati siswiku ini, “adik Maria….., kenapa dik, kamu sakit ?”, tanyaku. “Tidak kak“, jawabnya spontan. Kenapa, kok kamu nggak ikut angkat tangan seperti teman temanmu yang lain ?.

Dengan terdiam sesaat, Maria-pun meneruskan perkataannya, “ Iya kak Olive, sepertinya pengalamanku selama minggu ini pasti tak begitu menarik seperti teman temanku yang lain, ucapnya diikuti wajahnya yang sedikit sedih.

Lho…,kok kamu menyimpulkan begitu, bukankah kami semua belum mendengarkan cerita pengalamanmu itu?, baiklah kalau begitu bagaimana kalau kegiatan hari ini diawali dengan menceritakan pengalamanmu itu, pintaku kepada adik Maria ini. Dengan anggukan berat akhirnya adik Maria ini melangkah kedepan kelas untuk memulai menyampaikan pengalamannya minggu ini.

Syaloom semua teman teman dan kakak Olive, sesungguhnya saya tidak mau menceritakan pengalaman ini karena semua yang Maria alami ini tidak ada kaitannya dengan kegiatan mingguan kita ini, tapi karena kak Olive memintanya, maka Maria bersedia untuk menyampaikannya.

Begini, sesungguhnya semua pengalaman ini Maria alami diluar dugaan, saat Maria pulang les piano dengan diantar mamaku, saat itu bertepatan dengan saat berbuaka puasa seorang teman les pianoku yang beragama Islam, kebetulan temanku yang bernama Nurul Aisyah ini menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan dan pulangnya bersama kami satu mobil, lalu mamaku mengingatkan temanku yang sedang puasa ini untuk berbuka puasa, dan mama meminta supir kami untuk mampir di sebuah rumah makan kecil yang tidak jauh dari tempat les piano kami, dan setibanya di rumah makan itu, mamaku memesan 4 gelas minuman, semua buat kami nikmati termasuk supir kami yang sedang berpuasa juga, saat itu kami melihat begitu nikmatnya Aisyah dan pak Siman meneguk segelas minuman teh hangat yang disajikan pelayan rumah makan tersebut dengan diawali sebuah doa yang diucapkan dengan cukup keras oleh Aisyah temanku yang isinya sekilas seperti ini “ Allahuma lakasumtu….. , dan seterusnya hingga selesai, walaupun aku tak mengerti artinya, namun nama Allah diucapkan diawal doa itu, aku yakin pasti ini doa syukur atas sebuah nikmat puasa atas hidangan yang diminumnya saat bebuka. sungguh pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya begitupun mamaku, lalu mama bertanya pada Aisyah dan pak Siman, ”Bagaimana pak Siman dan Aisyah, mau pesan makan apa ?”, Tanya mamaku, seperti dikomando serentak keduanya menjawab, cukup Bu/Tante, ini saja sudah terima kasih sekali, karena Ibu dan non Maria masih mau menghormati kami yang sedang puasa ini dengan memberi kesempatan pada kami untuk berbuka puasa, ucap Pak Siman.

Tapi mamaku tetap memesan beberapa makanan untuk menu buka puasa mereka berdua dan kamipun ikut menikmati menu makanan tersebut, aku merasa, kami yang tidak puasa saja sangat menikmati pemandangan yang barusan kami lihat ini, apalagi kalian yang melaksanakannya, pasti lebih nikmay ya…, ucap mamaku pada pak Siman dan Aisyah, diikuti anggukan Aisyah sebagai tanda setuju dengan ucapan mamaku.

Ternyata sambil makan bersama itu, temanku Aisyah menjelaskan makna puasa yang ia jalani, dan Aisyah mengatakan semua ini didapati dari kakeknya di rumah, sebuah penjelasan yang sangat kami berdua kagumi, sungguh indahnya makna bersyukur dibalik ibadah puasa itu, ternyata puasa mempunyai arti yang salah satunya mengajarkan pada umatnya untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada Hambanya.

Ceritanya Aisyah begini :

Saat kakeknya kecil, guru agama di pesantrennya bercerita mengenai kehidupan surga yang dihuni oleh manusia yang taat dengan semua aturan Allah, dengan didampingi seorang malaikat, seorang hamba yang soleh ini memasuki kehidupan surganya, di pintu pertama  saat mereka berjalan memasuki suatu ruang surga penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarkannya berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Ruang Surga Penerimaan, disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.

Dengan melihat-lihat sekeliling tempat ini dan Hamba tadi mendapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tercatat pada kertas dari semua permintaan dan permohonan manusia di seluruh dunia.

Kemudian hamba yang taat ini dan malaikat pendampingnya berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah mereka pada ruang Surga kedua. Malaikat-pun berkata, “Ini adalah Ruang Surga Pengepakan dan Pengiriman, disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.

Hamba yang taat itu memperhatikan lagi betapa sibuknya ruang Surga itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Mereka melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu Surga dengan ruang yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan Hamba yang taat ini adalah hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan pekerjaan apapun.

“Ini adalah Ruang Surga Pernyataan Syukur danTerima Kasih”, kata Malaikat itu pelan, dan Dia tampak malu untuk menjelaskannya.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, Tanya Hamba yang taat itu.

“Menyedihkan”, Malaikat pendamping itu menghela napas dan menjelaskan, “Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan ” Syukur dan Terima Kasih”.

Lalu hamba ini bertanya pada malaikat pendamping itu,”Bagaimana manusia menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas rahmat Allah?”.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat itu, “Cukup berkata : Puji Syukur dan Terima kasih, ya Allah,  dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah dianugerahkan kepadamu. “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, “Sesungguhnya jika kamu Pandai Bersyukur, pasti Aku (Allah) akan menambahkan lebih banyak dan melipat gandakan nikmat kepadamu”.

Nah, maka kami di ajarkan oleh Rosul Kami yang bernama Muhammad SAW, dengan salah satunya menjalankan puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan ini, agar kami selalu mengucap Syukur dan terima kasih atas semua nikmat yang di berikan oleh Allah kepada kami semua selaku hamba-hambaNya yang pandai bersyukur ini.

Inilah pengalaman aku dan mamaku saat memberikan kesempatan berbuka puasa buat temanku Nurul Aisyah dan pak Siman saat kami pulang les piano hari sabtu kemarin, dan kami sangat bersyukur mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari semua arti dan makna puasa bagi semua umat Islam, langsung dihadapan aku dan mamaku saat kami menyantap hidangan buka puasa bersama mereka saudara saudara kami kaum muslim yang begitu Indah dan mengharukan juga menyejukkan hati kami kala itu.

Dengan diiringi suara riuh tepuk tangan semua peserta sekolah minggu ini, kami semua yang mendengarkan sebuah cerita pengalaman yang sangat indah dan sangat mengharukan yang dialami adik Maria bersama mamanya di akhir pekan kemarin.

Sungguh sebuah kebersamaan dan persaudaraan yang patut kita tiru dari adik Maria bersama mamanya, dalam memaknai sebuah persaudaraan sesama umat beragama, karena kesimpulan dari thema sekolah minggu ini adalah,” Tuhan Allah tidak pernah membedakan semua Manusia dihadapanNya, Karena Semua Kasih Tuhan akan terus mengalir buat semua manusia siapapun tanpa pengecualian, tanpa membedakan suku, ras, agama atau apapun, kecuali keimanan dan ketaatanlah yang bisa lebih mendekatkan diri kepadaNya.

Inilah sebuah tulisan yang Olive sengaja angkat, buat semua pembaca yang bisa menerima cerita ini, yang benar benar terjadi dan Olive alami kemarin minggu saat mengajar sekolah minggu yang Olive dapatkan dari salah satu murid siswi sekolah minggu yang bernama Maria Theresia.

Pada kesempatan ini pula Olivia ingin mengucapkan: “ Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, Mohon Maaf lahir dan Bathin “.  Buat semua pembaca yang merayakannya.

Sebuah tali persaudaraan antar Umat beragama yang patut kita tiru dari penuturan siswi sekolah minggu kami, dan Olivia yakin, bila semua ini dapat kita jaga, maka kita semua akan memperoleh kehidupan yang Damai di Bumi dan Selamat di kehidupan Kekal kelak.

Salam hormat dari saya, Olivia Anggraeni Putri.

Iklan

Responses

  1. ‘idul fitri artinya adalah kembali fitroh, fitroh artinya suci (seperti bayi yang lahir tanpa dosa).

    Kenapa bisa fitroh? karena mereka saling maaf memaafkan satu sama lain, dan meningkatkan amal ibadahnya di bulan syawal (syawal artinya meningkat), dengan tidak mengulangi dosa-dosa yang telah lalu (apalagi sudah bermaafmaafan).

    Dan bagi umat islam ini penting arena disaat umat islam tidak saling maaf memaafkan maka puasanya selama bulan ramadhan tidak diterima Allah swt.

    Hal ini sesuai dengan hadist nabi Muhammad saw yang menyebutkan bahwa nabi Muhammad saw saat bulan syawal (akan berkhotbah ‘idul fitri) membaca aamiin, aamiin, aamiin, dan diterangkan oleh nabi Muhammad saw bahwa malaikat jibril telah berdoa Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam yang durhaka kepada orang tuanya, Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam wanita yang berani dengan lelakinya, Ya Allah swt jangan terima puasanya umat islam yang tidak memaafkan sesamanya, dan diamiini oleh Nabi Muhammad saw dengan aamiin, aamiin, aamiin.

    VIVA REPUBLIK.

  2. […] saya membaca sebuah blog yang menceritakan tentang hikmah puasa bagi non muslim yang ditulis oleh Olivia. Saya tidak membaca semua tulisannya namun saya membaca dirinya merasakan penting akan tradisi […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: